
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan bahwa keadaan darurat di Turki akan tetap bertahan sampai semua kondisi lebih stabil.
Hal itu disampaikan Erdogan dalam tayangan televisi negara pada hari ini (Kamis, 2/3).
Diketahui bahwa keadaan darurat mulai diberlakukan di Turki menyusul kudeta gagal pada 15 Juli lalu.
Keadaan daurat disusul dengan penangkapan sejumlah pegawai negeri dan tentara yang dinilai ikut berperan dalam rencna kudeta.
Selain itu, keadaan darurat juga memungkinkan pemerintah untuk membatasi atau menangguhkan hak dan kebebasan yang dianggap perlu.
Erdogan saat berbicara kepada wartawan saat kembali dari Pakistan mengatakan bahwa Turki akan memilih pada 16 April mendatang reformasi konstitusi tajam terkait peningkatan kekuasaan presiden.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: