
Senapan dan senjata api lainnya yang dibuat di Inggris telah banyak digunakan dalam perang yang melibatkan tentara anak-anak yang terlibat dalam konflik di Suriah, Yaman dan Irak.
Begitu bunyi laporan yang disusun oleh Terre des Hommes, Brot für die Welt, Kindernothilfe dan German Coalition to Stop the Use of Child Soldiers seperti dimuat Russia Today (Rabu, 1/3)menemukan bahwa produsen senjata Jerman Hecler & Koch (H&K) menggunakan cabangnya di Inggris sebagai cara untuk memangkas hambatan ekspor senjata.
H&K telah beroperasi di Inggris sejak tahun 70an ketika perusahaan berlisensi Departemen Pertahanan memproduksi dan merakit sejumlah senjata.
Laporan itu mengatakan bahwa raksasa senjata api itu mengirimkan sejumlah barang dagangannya seperti amunisi dan senjata kecil untuk dijual di daerah konflik melalui pasar Inggris.
Pada tahun 2000, H&K memutuskan untuk menjual senjata dalam konflik di Nepal. Pada saat itu pemerintah Jerman menentang. Namun perusahaan mengirimkan 6.780 senapan ke Inggris yang kemudian dibri ijin ekspor oleh pemerintah Inggris.
Pada Mei 2015 ditemukan bahwa Arab Saudi telah memasok senjata kepada milisi pertempuran di Yaman. Kebanyakan dari senjata itu adalah H&M.
Komisaris Tinggi PBB untuk HAM menegaskan bahwa ada lebih darih 1.400 anak yang telah berjuang dalam konflik di Yaman.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: