
Kampanye Presiden Filipina Rodrigo Duterte untuk membawa kembali hukuman mati untuk kejahatan narkoba berhasil melewati rintangan utama di kongres.
RUU hukuman mati bersama dengan bersamaan dengan aturan untuk menghukum anak-anak paling muda berusia minimal sembilan tahun dengan hukuman dewasa.
Mayoritas politisi di majelis rendah Kongres meloloskan RUU pada Rabu malam (1/3).
Itu berarti, RUU berhasil membersihkan salah satu kendala terbesar dalam kampanye hukuman mati.
"Kami telah melompati bagian yang paling sulit," kata anggota Kongres Reynaldo Umali.
Diketahui bahwa Gereja Katolik, di mana 80 persen warga Filipina merupakan penganutnya, telah memimpin oposisi untuk menghapuskan hukuman mati pada tahun 2006.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: