Kabar tersebut dimuat
Russia Today hari ini (Kamis, 29/12) dengan mengutip pejabat setempat.
Insiden itu terjadi di sebuah desa di Latti, Sar-e Pol Province di Afghanistan bagian utara pada awal pekan ini,
Menurut Gubernur setempat Zabiullah Amani, wanita malang itu dipenggal karena ia pergi ke pasar untuk belanja seorang diri. Sedangkan suaminya sendiri berada di Iran. Pasangan tersebut tidak memiliki anak,
Amani mengatakan bahwa pemenggalan dilakukan orang-orang bersenjata, diduga terkait dengan Taliban.
Desa di mana waita itu tinggal memang berada di bawah kendali Taliban sejak 1998. Namun Taliban sendiri membantah hal itu.
Insiden itu juga dikonfarmasi oleh kepala urusan wanita Sar-e-Pul, Nasima Arezo.
"Wanita itu dipenggal dengan bayonet terpasang ke AK-47 setelah beradu argumen dengan Taliban di desa terpencil itu, yang merupakan bagian dari ibukota provinsi," kata Arezo.
[mel]
BERITA TERKAIT: