
Pelaksana tugas Presiden Korea Selatan dan juga merupakan Perdana Menteri Hwang Kyo-ahn menegaskan bahwa ia tidak akan membawa perubahan besar dalam kebijakan kunci pemerintahan yang telah ada saat ini.
Hwang bertindak sebagai Presiden Korea Selatan sejak 9 Desember lalu ketika Majelis Nasional memakzulkan PresidenPark Geun Hye atas tuduhan bahwa ia membiarkan teman dekatnya menggunakan pengaruh Presiden untuk mengambil keuntungan.
Park sendiri memiliki sederet kebijakan kontroversial, di antaranya adalah penyebaran sistem rudal Amerika Serikat di Semenanjung Korea serta perjanjian Korsel-Jepang soal masalah perbudakan seksual wanita Korea Semasa pemerintahan kolonial Jepang (190-1945).
Terkait sistem THAAD Amerika Serikat, Hwang menyebut bahwa meningkatkan kemampuan pertahanan negara terhadap nuklir Korea Utara.
"(Sistem) THAAD secara langsung terkait dengan kehidupan masyarakat," kata Hwang.
Sedangkan terkait perjanjian Seoul-Tokyo, hal itu pelu dilanjutkan.
"Kita perlu menyelesaikan hal-hal yang mengarah ke masa depan," tegas Hwang.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: