Kasus bunuh diri itu sendiri dilakukan oleh Matsuri Takahashi. Wanita berusia 24 tahun itu bunuh diri dengan cara melompat dari atas gedung pada Desember tahun lalu.
Ia meninggalkan catatan untuk ibunya dan menyebut "Mengapa semua hal begitu sulit?'.
Ia mulai bekerja di Dentsu pada April 2015 dan kemudian dibebankan untuk bekerja 100 jam dalam sebulan.
Baru pada September lalu, otoritas keamanan Jepang menetapkan bahwa kematian Takahashi disebabkan oleh jam kerja berlebih.
Menanggapi putusan itu, Kepala grup perusahaan, Tadashi Ishii yang telah menduduki posisi top perusahaan sejak 2011 lalu itu mengatakan bahwa hal tersebut harusnya tidak terjadi.
Menindaklanjuti hal itu ia pun mengundurkan diri dari perusahaan. Namun ia masih akan menduduki posnya sampai akhir Maret tahun depan untuk menyelesaikan semua pekerjaan yang tengah ditangani.
Kematian akibat kelelahan di Jepang begitu umum terjadi di Jepang atau hal yang dikenal dengan istilah "karoshi". Menurut data pemerintah, sekitar 2.000 orang per tahun bunuh diri karena terlalu dibebankan jam kerja berlebih.
[mel]
BERITA TERKAIT: