"Pembunuhan ini bertujuan merusak normalisasi hubungan Rusia-Turki," ujarnya sebagaimana dikutip kantor berita RT, Selasa (20/12) dinihari.
Putin juga menyebut bahwa pembunuhan Karlov akan merusak proses perdamaian di Suriah yang digagas oleh Rusia, Turki, Iran, dan negara-negara lain.
Lebih lanjut, Putin mengaku telah menghubungi Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan untuk meminta klarifikasi masalah ini. Dalam komunikasi itu, Putin meminta kedua negara untuk bekerjasama menginvestigasi dalang di balik pembunuhan.
"Komite Investigasi Rusia telah meluncurkan sebuah investigasi pembunuhan. Satu-satunya respon terhadap serangan itu, Moskow harus menawarkan peningkatan perang melawan terorisme," tegasnya.
Karlov tewas ditembak orang tak dikenal saat menghadiri acara pembukaan pameran foto di Ankara, Turki, Senin (19/12) malam waktu Turki. Atas kematian tersebut, Putin menyampaikan belasungkawa dan menyebutnya sebagai seorang diplomat yang brilian.
Ia menjalin hubungan baik dengan pemerintah Turki dan kelompok politik di negara itu," tutup Putin.
[ian]