
Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adel al-Jubeir membantah laporan yang menyebut bahwa Amerika Serikat membatasi dukungan militernya kepada kerajaan di tengah Perang Yaman yang belum usai.
Hal itu ditegaskan oleh Adel saat menggelar kobferensi pers bersama dengan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry akhir pekan kemarin.
Ia menekankan bahwa pihaknya tidak secara resmi diberitahu soal keputusan tersebut.
"Prioritas utama kami adalah untuk mengakhiri pertumpahan darah dan itu sebabnya membangun kembali gencatan senjata ini begitu penting," tambahnya.
Diketahui bahwa Saudi terlibat dalam konflik di Yaman dengan melemahkan gerakan Ansarullah dan mengembalikan mantan presiden Yaman Abd Rabbuh Mansur Al-Hadi, sekutu setia Riyadh.
Diketahui bahwa pekan lalu, muncul laporan lebih Washington memutuskan untuk mengekang dukungan untuk militer Arab Saudi, termasuk penangguhan pasokan beberapa amunisi atas keprihatinan dari korban sipil yang meluas.
Setidaknya 11.400 orang tewas akibat kampanye Saudi di tetangganya yang miskin kerajaan sejak Maret 2015, menurut perhitungan terakhir oleh kelompok pemantau Yaman.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: