Kata-kata seperti "Saracen Go Home" dan "Deus Vult" yang diterjemahkan menjadi "God Willing atau Insya Allah" akhir pekan kemarin.
Istilah itu awalnya digunakan oleh tentara dan penulis Kristen selama Perang Salib. Namun, kelompok-kelompok anti-Islam telah membawa mereka kembali ke kehidupan selama beberapa tahun terakhir.
Polisi Skotlandia mengatakan mereka memperlakukan kasus ini sebagai kejahatan kebencian dan percaya hal itu terjadi antara Jumat malam atau Sabtu pagi akhir pekan kemarin.
"Hal ini diperlakukan sebagai kejahatan rasial. Kejahatan kebencian tetap menjadi prioritas bagi Polisi Skotlandia dan kami bekerja sama dengan mitra peradilan pidana kita untuk melakukan segala daya kami untuk melindungi semua masyarakat dan membasmi segala bentuk kebencian," kata juru bicara kepolisian Skotlandia.
Sementara itu, wakil dari pendidikan Islam di Cumbernauld, Azhar Din yang mengurus masjid, polisi tengah memeriksa rekaman dari kamera pengintai di masjid.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: