Wajar China Khawatir Dengan Drone Bawah Laut AS

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Senin, 19 Desember 2016, 17:03 WIB
Wajar China Khawatir Dengan Drone Bawah Laut AS
Laut China Selatan/Net
Kecil Besar
rmol news logo Bukan hal yang aneh ketika China mengambil drone bawah laut Amerika Serikat yang kedapatan tengah beroperasi di Laut China Selatan pekan lalu.

Menurut Ma Gang, profesor di Universitas Pertahanan Nasional Tentara Pembebasan Rakyat, USNS Bowditch, drone bawah laut tersebut, telah terkenal sebagai kapal pengintai militer yang telah melakukan survei perairan pesisir China sejak 2002.

"Data Oceanic sangat penting untuk formasi kapal, rute kapal selam dan perencanaan pertempuran," kata Ma.

"Oleh karena itu, itu adalah normal untuk Angkatan Laut China mencurigai kegiatan Bowditch ini mengingat pengalaman masa lalu," tambahnya.

Menurut surat kabar Partai Komunis berkuasa di China seperti dimuat ulang Reuters awal pekan ini disebutkan bahwa USNS Bowditch adalah instrumen mata-mata operasi China.

"Drone yang melayang ke permukaan di Laut China Selatan adalah puncak gunung es dari strategi militer Amerika Serikat, termasuk ke China," begitu kata surat kabar tersebut.

Diketahui bahwa Drone yang dikenal dengan nama UUV diambil pada Kamis pekan lalu. Pentagon memprotes hal tersebut dan berdalih bahwa drone itu difungsikan untuk penelitian bawah laut. Amerika Serikat menuntut China mengembalikamnya. [mel]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA