Sebuah drone di bawah permukaan laut milik Angkatan Laut AS yang beroperasi di perairan internasional Laut China Selatan baru-baru ini ditangkap pihak China.
Hal ini disampaikan Sekretaris Urusan Media Kementerian Pertahanan AS Peter Cook dal am sebuah keterangan hari Jumat (16/12).
Drone itu, walaupun dimiliki Angkatan Laut AS, namun tidak dipersenjatai dan hanya melakukan operasi pengumpulan informasi cuaca dan temperatur.
Drone itu ditangkap sehari sebelumnya (Kamis, 15/12).
Juga disebutkan oleo pihak Pentagon bahwa drone itu diluncurkan USNS Bowditch, sebuah kapal milik sipil yang dioperasikan di luar wilayah perairan Filipina. Selian data-data cuaca dan suhu, drone itu juga mengumpulkan tingkat keasinan air laut.
Kapal Bowditch baru saja hendak menaikkan drone itu ketika sebuah kapal perang China, Dalang III, mendekati dari jarak 500 yard. Dengan sebuah kapal kecil, kru kapal perang China merampas drone dari tangan Bowditch.
Demikian dikutip dari
USA Today.
Kapal Bowditch menghubungi kapal Dalang III dan meminta agar drone mereka dikembalikan, namun pihak China menolak dan berlalu.
Pemerintah AS disebutkan telah mengajukan protes keras kepada pemerintah China dan meminta agar drone itu segera dikembalikan.
[dem]
BERITA TERKAIT: