Kecewa Dengan Tim Peneliti, Keluarga Korban MH370 Pergi Ke Madagaskar

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Sabtu, 03 Desember 2016, 18:35 WIB
Kecewa Dengan Tim Peneliti, Keluarga Korban MH370 Pergi Ke Madagaskar
Ilustrasi/BBC
Kecil Besar
rmol news logo Sejumlah anggota keluarga dan kerabat korban hilangnya pesawat Malaysia Airlines MH370 pergi ke Madagaskar untuk melobi untuk ikut mencari puing-puing dari pesawat yang hilang.

Mereka yang berangkat mengatakan bahwa mereka jika perlu, mereka akan melakukan pencarian dengan tangan mereka sendiri.

Seorang campaigner Rahmat Subathirai Nathan, yang ibunya berada di pesawat, melakukan perjalanan dengan pendanaan sendiri dengan enam kerabat lainnya, tiga dari Malaysia, dua China dan satu dari Perancis.

Mereka melakukan hal itu karena menilai tim peneliti sejauh ini belum melakukan langkah signifikan untuk menentukan nasib korban MH370.

Pesawat tersebut hilang dalam perjalanan dari Kuala Lumpur ke Beijing pada Maret 2014 lalu dengan 239 orang di dalamnya.

Mulanya pencarian terpusat di Samudera Hindia bagian Selatan dengan dipimpin oleh Australia.

Diketahui bahwa sejauh ini sebagian besar puing pesawat tersebut telah ditemukan di wilayah Afrika Timur. [mel]RMOL. Sejumlah anggota keluarga dan kerabat korban hilangnya pesawat Malaysia Airlines MH370 pergi ke Madagaskar untuk melobi untuk ikut mencari puing-puing dari pesawat yang hilang.

Mereka yang berangkat mengatakan bahwa mereka jika perlu, mereka akan melakukan pencarian dengan tangan mereka sendiri.

Seorang campaigner Rahmat Subathirai Nathan, yang ibunya berada di pesawat, melakukan perjalanan dengan pendanaan sendiri dengan enam kerabat lainnya, tiga dari Malaysia, dua China dan satu dari Perancis.

Mereka melakukan hal itu karena menilai tim peneliti sejauh ini belum melakukan langkah signifikan untuk menentukan nasib korban MH370.

Pesawat tersebut hilang dalam perjalanan dari Kuala Lumpur ke Beijing pada Maret 2014 lalu dengan 239 orang di dalamnya.

Mulanya pencarian terpusat di Samudera Hindia bagian Selatan dengan dipimpin oleh Australia.

Diketahui bahwa sejauh ini sebagian besar puing pesawat tersebut telah ditemukan di wilayah Afrika Timur. [mel]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA