Ia telah meminta partlemen untuk membantunya menemukan cara untuk mundur dari jabatannya.
"(Saya) meninggalkan kepada Parlemen segala sesuatu tentang masa depan saya, termasuk soal memperpendek masa (jabatan) saya," kata Park dalam pernyataan yang disiarkan televisi lokal pada Selasa (29/11) seperti dimuat
BBC.
Ia juga menegaskan bahwa ia akan mundur setelah anggota parlemen datang dengan langkah-langkah untuk mentransfer kekuasaan dengan cara yang meminimalkan setiap kekosongan kekuasaan dan kekacauan dalam pemerintahan.
Menanggapi hal itu, seorang juru bicara Partai Demokrat oposisi, Youn Kwan-suk, mengatakan pidato itu hanyalah trik yang tidak menceminkan apapun.
"Apa yang orang inginkan adalah pengunduran langsungnya, tidak menyeret keluar dan menghindari tanggung jawab kepada parlemen," katanya kepada kantor berita Yonhap.
Parlemen sendiri akan membahas Jumat pekan ini soal apakah Park akan menghadapi pemakzulan atau tidak.
Sedangkan oposisi menegaskan bahwa Park harus mundur secara terhormat.
Diketahui bahwa Park beberapa pekan terakhir menjadi sorotan terkait skandal campur tangan pihak luar dalam pengambilan keputusan dan kebijakan presiden.
[mel]
BERITA TERKAIT: