Sebaliknya, Amerika Serikat akan terus mengejar hegemoni regional.
Begitu kata sekelompok akademisi China yang menyusun laporan untuk think tank pemerintah China yang dirilis hari ini (Jumar, 25/11).
Menurut mereka, memastikan kontrom mutlak atas Laut China Selatan merupakan inti dari strategi militer Amerika Serikat di Asia Pasifik.
"Tidak akan ada perubahan untuk menjungkirbalikkan kebijakan Amerika Serikat di Laut Cina Selatan," kata Wu Shicun, kepala Institut Nasional untuk Studi Kelautan Laut China Selatan.
Rancangan kebijakan Trump sendiri terkait dengan Laut CHina Selatan tidak terlalu banyak ditonjolkan pada masa kampanye lalu. Trump lebih banyak menekankan hubungan Amerika Serikat dan China di bidang ekonomi.
Wu menambahkan bahwa komitmen Amerika Serikat dan sekutunya tidak akan berubah untuk melindungi kebebasan navigasi di Laut China Selatan. Dengan demikian, ketegangan antara China dan Amerika Serikat di Laut China Selatan kemungkinan akan tetap tumbuh seperti saat ini.
Diketahui bahwa China mengklaim sebagian besar wilayah perairan kaya energi tersebut. Sedangkan tetangganya yakni Brunei, Malaysia, Filipina, Taiwan dan Vietnam juga mengklaim wilayah tersebut.
[mel]
BERITA TERKAIT: