Dalam artikel yang dimuat dalam Lancet Psychiatry, dua psikolog mengangkat momok moral anak-anak yang secara permanen yang teratur dikisahkan soal Santau Claus yang dianggap normal dan merupakan bagian dari keajaiban Natal.
Penulis menyebut bahwa berbohong kepada anak-anak, bahkan tentang sesuatu yang menyenangkan, bisa merusak kepercayaan mereka pada orang tua mereka. Hal itu juga dinilai bisa membuat anak-anak memiliki kekecewaan besar ketika pada akhirnya mereka menemukan bahwa Santa Claus itu tidak nyata.
"Dalam mitos Santa, ada kebohongan yang terlibat, seperti hal yang bertahan lama antara orang tua dan anak-anak," kata Kathy McKay, seorang psikolog klinis di University of New England, Australia dan salah satu penulis artikel tersebut.
"Jika orang tua bisa berbohong begitu meyakinkan dalam waktu lama, apa lagi kebohongan yang bisa ia lakukan?" tambahnya.
Ia menekankan bahwa orang tua harus lebih memperhatikan soal adanya potensi anak-anak dirugikan soal kebohongan tentang Santa Claus.
[mel]
BERITA TERKAIT: