Rumah sakit tersebut diketahui hampir sepenuhnya rusak setelah diserang oleh tentara Suriah. Analisa terbaru menemukan bahwa selain bom, rumah sakit juga diserang dengan gas klorin.
Staf rumah sakit segera mengevakuasi bayi dalam inkubator dan pasien anak
lainnya ke tempat yang lebih aman karena kesulitan bernapas akibat terpapar gas klorin.
"Kita sedang memindahkan rumah sakit anak karena telah diserang dua kali pada minggu ini," kata Asosiasi Dokter Independen (IDA) dalam sebuah pernyataan.
Pihak IDA meyakini bahwa bom yang dijatuhkan disertai dengan rudal vakum.
Dokter dan perawat menggunakan digunakan obor dan ponsel mereka bergegas untuk mengumpulkan bayi dari inkubator mereka, membungkus mereka dalam selimut dan membawa mereka ke kantor basement, di mana mereka berbaris bersama-sama untuk membuat kehangatan ekstra.
14 bayi dilarikan ke lokasi lain untuk penanganan lebih intensif.
"Ketika kami melaju dengan ambulans, pesawat-pesawat tempur menembakkan dan artileri menembaki," kata salah seorang dokter anak yang melakukan penanganan seperti dikabarkan
The Guardian.
[mel]
BERITA TERKAIT: