Ekonomi Peru Berkembang Lebih Pesat Dari Para Tetangganya Di Amerika Latin

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Sabtu, 19 November 2016, 22:12 WIB
Kecil Besar
rmol news logo Peru merupakan negara paling cepat berkembang di Amerika Latin saat ini.

"Peningkatan di Peru di antara yang terbaik menyimpan rahasia di Amerika Latin," kata Eric Farnsworth, wakil presiden di Dewan Amerika.

Paru yang baru saja menjadi tuan rumah KTT Kerjasama Ekonomi Asia Pasifik mendapat angin segar setelah terpilihnya Donald Trump sebagai presiden Amerika Serikat selanjutnya.

Pasalnya, Trump memiliki proposal untuk memperhatikan pembangunan jalan dan jembatan Amerika. Hal itu mendorong kenaikan harga tembaga, ekspor utama Peru.

Sejak awal November ini, harga tembaga naik 14 persen. Peningkatan tersebut sangat besar dan Peru mengambil bagiannya sebagai pengekspor.

Namun nasib Peru kontras dengan tetangganya di Amerika Latin.

Venezuela saat ini diketahui masih berkutat dengan krisis ekonomi dan kemanusiaan yang parah. Brasil berada di tengah resesi terburuk dalam beberapa dasawarsa terakhir. Meksiko bersiap menghadapi resiko terburuk dari terpilihnya Trump. Argentina juga masih dalam masa resesi. Sedangkan Chile dan Kolombia berjuang dengan pertumbuhan ekonomi yang rendah.

Peru sendiri bukan negara tanpa masalah. Peru masih memiliki tingkat kemiskinan yang lebih tinggi daripada beberapa negara-negara tersebut. Selain itu tenaga kerja informal dan pertambangan ilegal juga masih menjadi pekerjaan rumah Peru lainnya.

Namun lonjakan ekonomi kali ini agaknya membawa angin segar untuk pertumbuhan ekonomi Peru yang lebih baik.

Peru juga memainkan peran penting dalam perjuangan kekuasaan antara China dan Amerika Serikat, yang bersaing untuk pengaruh di Amerika Latin.

Cina telah menukik ke wilayah ini dalam dekade terakhir ini, investasi dalam jumlah besar dalam proyek-proyek infrastruktur dan pertambangan. Para ahli menyebutnya upaya China untuk mengambil pengaruh dari AS

Konferensi APEC di Peru, yang dimulai Kamis lalu dinilai para pengamat hanyalah tanda untuk meningkatnya status Peru di panggung global.

"Ya, tanpa pertanyaan, ini tampak bagi saya seperti momen besar bagi Peru," kata Rosario Santa Gadea, direktur Pusat untuk studi Peru-China di Universitas Pasifik di Lima seperti dimuat CNN. [mel]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA