Menurut keterangan Badan Kesehatan Dunia (WHO) pada Jumat (18/11), hal itu terjadi setelah serangan udara berat terjadi di Aleppo awal pekan ini.
"Penghancuran infrastruktur ini penting untuk kehidupan wilayah yang terkepung," kata direktorat kesehatan Aleppo dalam sebuah pernyataan.
"Anak-anak, laki-laki, tua dan wanita tanpa fasilitas kesehatan yang menawarkan pengobatan yang menyelamatkan jiwa," sambung keterangan tersebut.
Sementara itu perwakilan WHO di Suriah Elizabeth Hoff menegaskan bahwa memang semua rumah sakit di Aleppo yang dikepung pemberontak tidak melakukan pelayanan beberapa hari terakhir.
Sumber-sumber medis, warga dan pemberontak di Aleppo Timur mengatakan rumah sakit telah rusak oleh serangan udara dan bom barel helikopter dalam beberapa hari terakhir, termasuk tembakan langsung pada bangunan.
serangan udara intensif telah membuat babak belur Aleppo timur sejak Selasa ketika tentara Suriah dan sekutunya kembali beroperasi setelah jeda minggu berlangsung.
[mel]
BERITA TERKAIT: