Diketahui bahwa Amerika Serikat menyoroti Filipina terkait kebijakan Duterte terkait perang melawan Narkoba di mana terjadi ratusan kasus pembunuhan di luar hukum terhadap pengedar narkoba.
Amerika Serikat menyebut Duterte telah melakukan pelanggaran HAM dan menangguhkan sejumlah kerjasama dengan Filipina.
Padahal, kata Duterte, Amerika Serikat juga melakukan praktik pelanggaran HAM sebagaimana yang terjadi di Filipina.
Duterte menyebut bahwa terkait hal tersebut, Amerika Serikat menerapkan standar ganda. Di negeri Paman Sam sendiri, lanjut Duterte, banyak kasus penembakan oleh polisi. Mereka yang dibunuh bahkan adalah orang tak bersalah, bukan pengedar narkoba.
"Jika saya terlihat seperti anak nakal di hadapan mereka, saya benar-benar tidak peduli," katanya duterte dalam sebuah dokumenter singkat yang disiarkan Al Jazeera Kamis (17/11).
"Siapa mereka bagi saya saya? Mereka bukan apa-apa," tegasnya seperti dimuat
Reuters.
[mel]
BERITA TERKAIT: