
Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengatakan bahwa ia akan mengikuti langkah Rusia untuk menarik diri dari Pengadilan Pidana Internasional (ICC).
Hal itu disampaikan Duterte jelang keberangkatannya ke Lima Peru untuk menghadiri KTT Asia Pasifik.
Pasalnya, kata Duterte, banyak kritik dari negara-negara Barat atas kasus pembunuhan yang terjadi di Filipina yang disebabkan oleh perang melawan narkoba.
Duterte juga menyebut bahwa jika Rusia dan China akan menciptakan sebuah tatanan baru, maka Filipina akan menjadi yang pertama bergabung.
Diketahui bahwa baru-baru ini Rusia secara resmi menarik tanda tangan dari statuta pendiri Pengadilan Pidana Internasional (ICC) pekan ini.
Langkah tersebut diambil setelah ICC menerbitkan sebuah laporan yang mengklasifikasikan aneksasi Krimea oleh Rusia sebagai bentuk pendudukan.
Dalam beberapa bulan terakhir setidaknya ada tiga negara Afrika yang semuanya adalah anggota penuh ICC, yakni Afrika Selatan, Burundi dan Gambia yang mengisyaratkan niat mereka untuk menarik diri dari ICC.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: