
Pakistan memerintahkan lebih dari 100 guru Turki angkat kaki dari beserta keluarga mereka dari negara tersebut pekan ini.
Guru-guru tersebut bekerja di 28 sekolah internasional PakTurk di Pakistan. Jaringan sekolah tersebut diduga terkait dengan ulama Turki yang berbasis di Amerika Serikat, Fethullah Gulen. Namun pihak PakTurk menyangkal tuduhan tersebut.
Dalam sebuah pernyataan, pihak PakTurk mengatakan bahwa guru dan keluarga mereka, yang berjumlah sekitar 450 orang, telah diminta untuk meninggalkan Pakistan karena alasan pemintaan perpanjangan visa yang ditolak.
Pengusiran tersebut tidak menghentikan fungsi sekolah karena sebagian besar staf adalah warga Pakistan.
Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan mengapresiasi langkah ini.
"Seperti yang Anda ketahui, Pakistan telah meminta orang terkait dengan organisasi untuk meninggalkan negara itu pada bulan November tanggal 20. Ini sangat menyenangkan bagi kami," kata Erdogan saat kunjungannya ke Pakistan seperti dimuat
BBC.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: