
Perdana Menteri Mesir Sherif Ismail melarang semua karya seni publik yang tidak mengantongi ijin dari Kementerian Kebudayaan untuk dipamerkan.
Keputusan itu dibuat setelah muncul sejumlah patung kontroversial di wilayah utara Sohag, Mesir.
Di Sohag beberapa waktu lalu sebuah patung raksasa menjadi perdebatan. Patung tersebut menggambarkan sosok seorang prajurit yang merangkul ibunya. Namun sejumlah pihak justru menilai bahwa patung tersebut menunjukkan pelecehan seksual.
Sejak menjadi kontroversi, Gubernur Sohag memerintahkan penyelidikan dan mengatakan pemerintah provinsi seharusnya berkonsultasi sebelum melakukan pembangunan patung yang menelan anggaran hingga 250.000 pound Mesir.
Ini bukan kali pertama pembangunan patung menjadi kontroversi. Tahun lalu, sebuah patung di kota utara-timur Samalut Mesir juga menjadi sorotan publik karena dinilai salah tafsir.
Patung yang dibangun di wilayah tersebut sebenarnya hendak menggambarkan sosok Ratu Mesir di masa lalu yakni Nefertiti. Namun masyarakat justru mencemoohnya dan menjulukinya patung "Frankenstein".
Cemoohan tersebut kemudian dengan cepat tersebar hingga pihak berwenang akhirnya memutuskan untuk menghancurkannya di bulan Juli 2015. Demikian seperti dimuat
The Guardian.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: