Patung beton setinggi 8,5 meter yang diberi nama "Mother of the Martyr" itu menunjukkan sosok seorang petani wanita yang ramping. Ia menjadi representasi artistik tradisional Mesir. Tangan wanita tersebut terulur.
Di belakang wanita tersebut ada seorang pria yang mengenakan helm. Pria itu menggambarkan sosok tentara, Tangan pria tersebut tampak memeluk tubuh ramping sang wanita.
Kendati belum diluncurkan secara resmi, namun penduduk setempat telah mengeluhkan keberadaan patung. Mereka menilai bahwa patung seperti menggambarkan pelecehan seksual. Padahal sosok wanita ditafsikan sebagai negara dan sosok pria sebagai militer.
Menanggapi kritik yang berdatangan, Gubernur Sohag, Ayman Abdel-Monaim memerintahkan investigasi komisioning patung oleh dewan lokal dari kota el-Belina. Dia mengatakan pemerintah seharusnya berkonsultasi sebelum membangun patung bernilai 28.400 dolar AS itu. [mel]
BERITA TERKAIT: