60 Persen Air Tanah Di Asia Selatan Tidak Layak Minum

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Selasa, 30 Agustus 2016, 11:35 WIB
60 Persen Air Tanah Di Asia Selatan Tidak Layak Minum
Ilustrasi/Net
Kecil Besar
rmol news logo Sekitar 60 persen air bawah tanah di Daerah Aliran Sungai (DAS) di kawasan Asia Selatan tidak layak minum.

Begitu kata para peneliti dalam sebuah laporan yang dimuat di jurnal Nature Geoscience.

Air dari sungai Indus dan Gangga memasok air bagi sekitar 750 juta orang di Pakistan, India, Nepal dan Bangladesh. Bahaya terbesar bukan masalah pengikisan, melainkan kontaminasi.

"Dua kekhawatiran utama adalah salinitas dan arsenik," begitu kata para peneliti.

Mereka menyebut bahwa air dari kedalaman sekitar 200 meter di bawah tanah, sekitar 23 persennya terlalu asin dan sekitar 37 persennya dipengaruhi oleh arsenik pada konsentrasi beracun.

Hal itulah yang menyebabkan air tanah tidak layak minum ataupun irigasi.

Sebenarnya, air tanah dapat menjadi asin melalui sebab-sebab alamiah dan buatan manusia, termasuk irigasi lahan pertanian yang tidak efisien dan drainase yang buruk.

Arsenik, juga, secara alami hadir, tetapi tingkatnya diperparah oleh penggunaan pupuk dan pertambangan.

Keracunan arsenik dari air minum adalah masalah utama di wilayah ini. [mel]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA