
Kelompok pemberontak sayap kiri di Kolombia, FARC memerintahkan semua pejuangnya untuk mengamati gencatan senjata yang dilakukan sejak hari ini (Senin, 29/8).
"Tidak akan pernah lagi ada orang tua yang harus mengubur putra dan putri mereka yang tewas dalam perang," kata pemimpin FARC Rodrigo Londono, atau yang dikenal sebagai Timoleon Jimenez atau Timochenko.
Gencatan senjata itu membawa perdamaian selangkah lebih nyata di Kolombia setelah 52 tahun konflik FARC dengan pemerintah Kolombia. Proses perdamaian tersebut teralisasi setelah empat tahun perundingan damai di Kuba.
Perjanjian perdamaian final sendiri akan ditandatangani dalam beberapa minggu ke depan.
Sementara itu Presiden Kolombia Juan Manuel Santos sebelumnya telah menandatangani dekrit untuk menghentikan sementara operasi militer terhadap FARC.
"Salah satu bab paling menyakitkan dari negara ini akan segara berakhir," kata Santos.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: