Trump: Hillary Clinton Fanatik Dengan Pemilih Afrika-Amerika

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Jumat, 26 Agustus 2016, 12:23 WIB
Trump: Hillary Clinton Fanatik Dengan Pemilih Afrika-Amerika
Hillary Clinton dan Trump/BBC
Kecil Besar
rmol news logo Calon presiden dari Partai Republik Donald Trump menuduh rivalnya, Hillary Clinton menjadi sosok yang fanatik untuk pemilih minoritas.

Dalam kampanye terbarunya di Mississippi, Trump menyebut bahwa Hillary hanya melihat orang kulit berwarna hanya sebagai pemilih dan bukan manusia yang bisa membangun masa depan yang lebih baik.

Ia menyebut bahwa Hillary telah mengambil keuntungan dari masyarakat Afrika-Amerika.

"Ia (Hillary) tidak peduli dengan kebijakan-kebijakan yang telah dijalankan masyarakat Anda. Ia tidak punya penyesalan," kata Trump.

"Dia tidak akan melakukan apa-apa untuk Hispanik dan Afrika-Amerika," tegasnya.

Dalam beberapa hari terakhir, Trump mengangkat masyarakat Afrika-Amerika dalam kampanyenya. Pasalnya, ia mengantongi dukungan yang rendah dari masyarakat tersebut. Menurut jajak pendapat terbaru, hanya sekitar 2 persen  dari pemilih kulit hitam mengatakan mereka akan memilih pengusaha New York tersebut. [mel]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA