Menlu AS: Sudan Selatan Pilih Damai Atau Embargo

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Selasa, 23 Agustus 2016, 15:40 WIB
Menlu AS: Sudan Selatan Pilih Damai Atau Embargo
John Kerry/Reuters
Kecil Besar
rmol news logo Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry mendesak pemimpin SUdan Selatan untuk mengambil langkah yang diperlukan untuk sepenuhnya mencapai kesepakatan damai bila tidak ingin menghadapi embargo senjata dan sanksi PBB.

"Pimpinan Sudan Selatan harus melakukan langkah-langkah yang telah mereka janjikan," kata Kerry dalam wawancara dengan radio Eye Sudan Selatan pekan ini.

"Jika tidak, maka jelas embargo senjata dan sanksi PBB akan menjadi alat terakhir. Ini bukan apa yang mereka ingin lakukan," tambahnya.

Diketahui bahwa Sudan Selatan yang beru merdeka tahun 2011 lalu terlibat perang sipil selama beberapa waktu. Kasus baru-baru ini di ibukota Juba yang menewaskan ratusan orang dikhawatirkan akan membawa Sudan Selatan kembali ke jurang konflik.

PBB telah mengirimkan penyebaran sekitar 4 ribu tentara tambahan PBB untuk menjaga perdamaian. PBB juga mengancam akan menghadapi embargo senjata jika tidak bekerjasam.

Pemerintah Sudan Selatan awalnya menyatakan tidak akan bekerja sama dengan pasukan PBB. Namun karena ada ancaman sanksi, pemerintah Sudan Selatan mempertimbangkan posisinya. [mel]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA