Keempatnya sebelumnya mengaku bahwa mereka menjadi korban perampokan di Brasil. Mereka sempat digecah di bandara saat hendak pulang ke Amerika Serikat. Namun dua diantaranya akhirnya diizinkan pulang, dan dua lainnya sempat diinterogasi beberapa saat.
Mereka mulanya mengaku dirampok di taxi saat hendak pulang dari club. Namun kepolisian menemukan bahwa kenyataanya mereka tidak dirampok.
"Tidak ada perampukan yang terjadi terhadap atlet-atlet ini. Mereka bukanlah korban dari tindak kriminal yang mereka klaim," kata kepolisian Brasil.
Salah seorang atlet justru diketahui melakukan aksi vandalisme di sebuah toilet dan harus mengganti rugi.
Namun kini keempatnya telah diizinkan pulang. [mel]
BERITA TERKAIT: