Hari Sabtu kemarin (13/8) mereka turun ke jalan-jalan utama di kota itu. Kaum lelaki mencukur jenggot tebal yang terpaksa mereka pelihara atas perintah penguasa ISIS. Wanita membakar niqab atau cadar. Tanpa ragu mereka menghisap cerutu di tempat terbuka, sesuatu yang juga dilarang ISIS.
Manbij dikuasai ISIS dua tahun lalu, dan upaya pembebasannya dari ISIS dilakukan sejak Mei 2016.
CNN mengutip
footage dari
Kurdistan24 yang memperlihatkan warga Manbij bersorak kegirangan atas pembebasan kota mereka.
Seorang pria memperlihatkan lokasi yang biasa digunakan ISIS untuk mengeksekusi mati warga.
"Di sini mereka mengeksekusi warga dan menggantung kepala mereka selama tiga hari. Mereka akan mengeksekusi siapapun karena alasan apapun," ujarnya.
Seorang wanita memperlihatkan simbol kemenangan dengan kedua jari tangannya.
"Alhamdulillah, kami gembira, saudaraku. Alhamdulillah, kami bebas dari ISIS. Allah akan membalas perbuatan mereka," ujarnya lega.
Merebut kembali kota Manbij merupakan kemenangan strategis karena dengan demikian, jalur suplai logistik ISIS antara Raqqa dan Turki terpotong.
Menurut Deputi Sekretaris Pers Kementerian Pertahanan AS, Gordon Trowbridge, Manbij digunakan ISIS sebagai titik penghubung operasi di Suriah dan juga tempat melatih anggota-anggota ISIS dari berbagai negara.
Pimpinan operasi untuk menghadapi ISIS, Brett McGurk, lewat akun Twitter membenarkan bahwa pusat kota Manbij telah bebas.
[dem]
BERITA TERKAIT: