Selama tahap pertama, hanya pejalan kaki yang akan diizinkan untuk menyebrang di lima tempat di seanjang 2.200 kilometer perbatasan kedua negara.
Rencananya, lima titik di perbatasan akan dibuka setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 20.00 waktu setempat.
Perbatasan kedua negara tersebut diketahui ditutup oleh Presiden Venezuela Nicholas Maduro pada Agustus 2015 lalu setelah mantan paramiliter Kolombia menyerang sebuah patroli militer Venezuela serta melukai tiga tentara.
Maduro pun memutuskan untuk menutup perbatasan dengan alasan keamanan. Menyusul penutupan tersebut, banyak warga Kolombia yang diusir dari Venezuela dan perdagangan bilateral pun mengalami fase krisis.
Namun, krisis ekonomi yang saat ini tengah melanda Venezuela, memaksa negara tersebut untuk membuka perbatasan selama dua kali pada bulan Juli kemarin. Tujuannya adalah agar warga Venezuela bisa membeli kebutuhan pokok di Kolombia. Pasalnya, harga barang kebutuhan pokok di Venezuela melambung akibat krisis.
Menindaklanjuti hal tersebut, Venezuela sepakat untuk meredakan ketegangan dengan Kolombia. Kedua negara pun sepakat untuk mulai membuka kembali perbatasan dan melakukan perjanjian kerjasama termasuk mencakup bidang keamanan, perdagangan dan energi.
[mel]
BERITA TERKAIT: