Hal itu tercermin dari pertemuan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Presiden Rusia Vladimir Putin di St Petersburg pada Selasa (9/8).
Usai pertemuan, kedua pemimpin negara tersebut mengumumkan percepatan dalam hubungan perdagangan dan energi.
Kunjungan Erdogan ke Rusia adalah kali pertama kunjungan luar negeri Erdogan pasca kudeta militer gagal bulan lalu. Pasca kudeta tersebut, hubungan Turki dengan Amerika Serikat dan Eropa memasuki fase krisis.
Putin mengatakan bahwa Rusia secara bertahap akan mencabut sanksi terhadap Turki. Hubungan Rusia dan Turki diketahui mulai memburuk setelah Turki menembak jatuh sebuah jet tempur Rusia di dekat perbatasan Suriah sembilan bulan yang lalu.
"Apakah kita ingin restorasi penuh spektrum hubungan? Ya dan kami akan mencapai itu," kata Putin dalam konferensi pers bersama seperti dimuat BBC.
Kerjasama kedua negara akan berlanjut dalam sejumlah proyek seperti pembangunan pipa gas serta pembangkit listrik tenaga nuklir.
"Insya Allah, dengan langkah-langkah tersebut, Moskow-Ankara akan kembali menjalin garis kepercayaan dan persahabatan," kata Erdogan.
[mel]
BERITA TERKAIT: