"Presiden mengatakan bahwa ia akan berdiskusi dengan pihak posisi untuk membawa Staf umum dan MIT (badan intelijen) ke bawah kendali presiden," begitu kata salah seorang anggota parlemen Turki anonim seperti dimuat
Reuters (Kamis, 28/7).
Perubahan tersebut akan membutuhkan amandemen konstitusi, sehingga Partai AK yang dipimpinnya memerlukan dukungan dari partai-partai oposisi di parlemen.
Hal itu terungkap pasca pertemuan Dewan Agung Militer selama lima jam yang dipimpin oleh Perdana Menteri Turki Binali Yildirim.
Setelah pertemuan tersebut, Erdogan menyetujui keputusan Dewan untuk tetap menempatkan kepala angkatan bersenjata Hulusi Akar dan komandan angkatan darat, laut dan udara untuk tetap di pos mereka.
Erdogan diketahui menekankan restrukturisasi di tubuh militer pasca upaya kudeta gagal 15-16 juli lalu. Ia pun mengumumkan keadaan darurat selama tiga bulan di Turki.
Bukan hanya itu, Erdogan pun melakukan sejumlah kebijakan keras seperti penutupan ribuan sekolah swasta serta lembaga yang dinilai berkorelasi dengan sosok ulama ternama Fethullah Gulen yang dituding Erdogan sebagai dalang di balik kudeta tersebut.
Selain itu juga puluhan ribu tentara, pegawai negeri serta sejumlah elemen masyarakat lainnya juga diamankan untuk investigasi.
[mel]
BERITA TERKAIT: