mengumumkan telah mengakhiri hubungannya dengan jaringan jihad global yang didirikan oleh Osama Bin Laden itu.
Dalam sebuah rekaman video, pemimpin Nusra Front, yakni Mohamad al-Golani mengumumkan bahwa kelompoknya akan kembali dengan nama baru dan tidak ada lagi hubungan dengan pihak asing.
Al-Golani menyebut bahwa langkah itu dilakukan untuk menghapus dalih yang digunakan oleh Amerika Serikat dan Rusia, untuk mengebom Suriah.
Dengan pemutusan hubungan tersebut, maka nama Nusra Front berganti menjadi Jabhat Fatah al-Sham.
Ini adalah kali pertama Mohamad al-Golani muncul ke hadapan publik dalam sebuah rekaman video.
Dikabarkan Reuters, dalam video tersebut, Golani muncul dengan diapit oleh dua tokoh Nusra Front lainnya sambil membawa bendera baru kelompok mereka.
Pengumuman itu muncul tak lama setelah pemerintah Rusia dan Presiden Suriah Bashar al Assad menyatakan operasi kemanusiaan di sektor yang dikuasai oleh pemberontak yang terkepung di Aleppo.
Amerika Serikat meresponnya dengan mengatakan bahwa bagaimanapun tidak ada alasan untuk mengubah pandangan Amerika Serikat terhadap kelompok tersebut yang dinilai teroris. Pengumuman itu dinilai Amerika Serikat tak lebih dari sekedar rebranding.
[mel]
BERITA TERKAIT: