Ban menyerukan agar Turki tidak sembarangan menahan orang dan harus memiliki bukti kuat bila melakukan penangkapan atau penahanan pasca kudeta gagal 15-16 Juli kemarin.
Melalui juru bicaranya, Farhan Haq sperti dimuat
Press TV, Ban menyatakan kekhawatirannya itu dalam percakapan telepon dengan Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu pada Rabu (27/7).
Sebelumnya Perdana Menteri Turki Binali Yildirim memperingatkan bahwa tindakan keras pemerintah terkait dengan upaya kudeta belum selesai dilakukan dan masih akan ada lebih banyak penangkapan.
Sedangkan Menteri Dalam Negeri Turki juga pernah mengumumkan bahwa ada lebih dari 15 ribu orang termasuk 10 ribu tentara yang ditahan pasca kudeta.
Bukan hanya itu, Turki juga mengumumkan keluarnya 150 jenderal dan laksamana serta hampir 1.700 petugas dari tentara.
Turki juga mengeluarkan surat perintah penangkapan selama hampir 50 wartawan terkait dengan kudeta yang gagal.
Kudeta gagal diketahui menyebabkan sekitar 250 orang tewas dan lebih dari 2.000 terluka pada malam 15 Juli kemarin ketika sebuah faksi dalam militer, menggunakan jet tempur, helikopter dan tank, mencoba untuk merebut bandara dan jembatan, dan menyerang bangunan, termasuk parlemen dan markas intelijen, dalam upaya untuk merebut kekuasaan.
[mel]
BERITA TERKAIT: