Hal itu merujuk pada jajak pendapat terbaru yang dirilis Reuters/Ipsos opinion poll pada Selasa (27/7), miliarder itu mengantongi 39 persen suara warga Amerika Serikat. Sedangkan Clinton mengantongi 37 persen suara.
Jajak pendapat tersebut dilakukan antara tanggal 22 hingga 26 Juli lalu dengan interval kredibilitas sebesar empat poin presentase.
Ini adalah kali pertama Trump disebut lebih unggul dalam jajak pendapat daripada Clinton sejak Mei lalu. Trump meraup keuntungan setelah menerima pencalonan dirinya dari Partai republik selama empat hari konvensi di Cleveland pekan lalu. Pada saat itu, Clinton belum resmi dinominasikan dari Partai Demokrat.
Sebelumnya, ada jajak pendapat yang dilakukan oleh perusahaan konsultan Gallup yang menunjukkan bahwa Trump dan Clinton merupakan calon presiden terburuk, dinilai sejak 70 tahun terakhir.
Jajak pendapat tersebut dilakukan dengan metode wawancara dan menanyakan langsung kepada responden, soal apa yang terlintas di dalam pikiran mereka ketika mendengar kata Hillary Clinton.
Hasilnya, 27 persen warga Amerika Serikat mengatakan bahwa mereka tidak mempercai Clinton. 13 persen mengatakan tidak suka dan 8 persen mengatakan bahwa Clinton adalah kriminal atau korup.
Sedangkan ketika warga Amerika Serikat ditanya soal apa yang ada di dalam pikiran mereka ketika mendengar kata Donald Trump, 16 persen mengatakan tidak suka, 12 persen mengatakan Trump idiot atau lelucon, sedangkan 10 persen menyebutnya sebagai sosok yang rasis atau fanatik.
[mel]
BERITA TERKAIT: