
Wakil Perdana Menteri Turki Mehmet Simsek mengatakan bahwa status darurat selama tiga bulan yang diumumkan oleh Presiden Tayyip Erdogan akan bisa memperkuat demokrasi dan ekonomi Turki.
Ia menyebut, status darurat akan berdampak pada masyarakat umum dan pelaku bisnis. Kondisi tersebut diperkirakan akan bisa memperkuat ekonomi pasar dan iklim investasi.
"Hidup masyarakat biasa ataupun pelaku bisnis tidak akan mengalami gangguan dan bisnis akan berjalan seperti biasa. Kami berkomitmen pada pasar ekonomi," kata Simsek seperti dimuat
Channel News Asia (Kamis, 21/7).
Simsek pun memastikan tidak akan ada kemunduran pada penegakkan hak asasi manusia di Turki.
Diketahui bahwa Erdogan mengumumkan status darurat menyusul kudeta gagal 15 Juli lalu. Dengan keadaan darurat tersebut, maka pemerintah berhak mengambil langkah-langkah cepat dan tegas terhadap para pendukung kudeta dan diizinkan di bawah konstitusi.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: