
Pemerintah Panama meluncurkan investigasi terkait dengan invasi Amerika Serikat pada tahun 1989. Invasi tersebut berhasil menggulingkan sosok militer yang kuat saat itu, yakni Jenderal Manuel Noriega.
Untuk melancarkan investigasi, Panama membentuk sebuah komisi khusus yang diharapkan dapat menentukan berapa banyak orang tewas selama operasi serta mengidentifikasi mereka.
Selain itu, komisi tersebut juga akan menilai apakah keluarga korban layak mendapatkan kompensasi atau tidak.
Secara resmi tercatat bahwa dalam invasi tersebut ada 514 tentara Panama dan warga sipil yang tewas. Namun sejumlah pihak menyebut bahwa jumlah sebenarnya mendekati 1.000 orang.
"Panama berusaha untuk menyembuhkan luka," kata wakil presiden Panama yang juga merupakan Menteri Luar Negeri Isabel de Saint Malo seperti dimuat
BBC (Rabu, 20/7).
"Tidak akan ada rekonsiliasi jika kebenaran tidak diketahui," tambahnya.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: