
Keluarga dari panumpang pesawat nahas Malaysia Airline penerbangan MH370 merasa pemerintah Malaysia mengabaikan bukti-bukti baru yang ditemukan terkait insiden tersebut.
Dikabarkan
BBC (Jumat, 15/7), pihak keluarga penumpang menyesalkan pihak Malaysia yang membatalkan dua perjalanan ke Madagaskar untuk mengambil puing yang diduga merupakan bagian dari MH270 di menit-menit terakhir.
"Bukti Kredibel muncul, mengapa mereka tidak menyelidiki itu?" kata Anugerah Subathirai Nathan. Ibunya merupakan penumpang di pesawat yang menghilang sejak Maret 2014 itu.
Sementara itu seorang warga negara Amerika Serikat Blaine Gibson terpaksa menjual rumah keluarga untuk mendanai pencarian sendiri puing MH370. Setelah menemukan salah satu bagian pesawat di Mozambik di mana peneliti mengatakan bahwa bukti hampir pasti, ia melakukan perjalanan ke Madagaskar di mana dia menemukan lebih banyak bukti potensial.
Blaine mengatakan bahwa penyidik Malaysia awalnya dijadwalkan terbang ke Madagaskar untuk mengambil puing-puing pada 16 Juni lalu, namun kemudian diundur menjadi 21 Juni.
Akan tetapi pada akhirnya, perjalan dibatalkan pada menit-menit terakhir.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: