Begitu bunyi surat yang dikirimkan oleh Kementerian Luar Negeri Suriah kepada Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon dan Dewan Keamanan PBB akhir pekan ini.
Dalam surat tersebut, pemerintah Suriah juga menuduh sejumlah negara di kawasan yang dinilai justru mendukung terorisme.
"Dalam kelanjutan dari kebijakan penghancuran dan kebencian yang disponsori oleh negara dan rezim tertentu termasuk Arab Saudi, Qatar, dan Turki, kelompok-kelompok teroris bersenjata yang didukung dan didanai oleh pihak eksternal terus menargetkan lingkungan perumahan di kota Aleppo dengan berbagai peledak dan roket, tanpa pertimbangan untuk kesucian liburan Idul Fitri dalam pelanggaran terang-terangan dari perjanjian gencatan senjata dan penghentian permusuhan," begitu isi surat tersebut seperti dikabarkan
Press TV.
Diketahui bahwa serangan terjadi dalam gencatan senjata unilateral selama 72 jam yang dinyatakan oleh tentara Suriah pada kesempatan Idul Fitri. Serangan tersebut terjadi pada Jumat (8/7), dan menewaskan setidaknya 30 warga sipil.
Dalam surat itu juga disebutkan bahwa dalam rangka untuk melanjutkan dukungan mereka untuk para militan dan oposisi yang berjuang untuk menggulingkan pemerintah Suriah, pemerintah Barat dan sekutu regional mereka telah mengklasifikasikan sejumlah kelompok militan di Suriah sebagai "moderat".
Pemerintah Suriah menekankan bahwa oposisi yang disebut moderat oleh pihak barat justru menunjukkan adanya kemunafikan negara-negara Barat yang mengaku akan memerangi terorisme di Suriah.
Hal tersebut, masih dalam surat yang sama, adalah bukti dari kurangnya keseriusan negara-negara seperti Perancis, Inggris, dan Amerika Serikat dalam memerangi terorisme.
[mel]
BERITA TERKAIT: