Dalam pertemuan tersebut, Uni Eropa menyampaikan proposal untuk kepada Turki dengan menawarkan bantuan keuangan dan konsensi politik dengan imbalan mengambil kembali semua migran yang bepergian ke Yunani.
Sebelumnya, kanselir Jerman Angela Merkel menyebut bahwa Turki telah memenuhi standar internasional untuk melindungi seluruh migran.
Merkel menyebut bahwa pembangunan pemukiman legal bagi pengungsi Suriah bisa segera dilakukan di turki setelah dikembalikan dari Yunani.
Namun, ia menambahkan bahwa Uni Eropa harus siap untuk memulai migran yang kembali dari Yunani ke Turki dengan cepat untuk menghindari "faktor penarik" menciptakan gelombang migran sebelum sistem baru berlaku.
Diketahui bahwa daratan Eropa, utamanya di Yunan kebanjiran pengungsi sejak beberapa tahun terakhir. Para pengungsi tersebut umumnya berasal dari wilayah konflik Suriah.
Sejak Januari 2015 lalu, jutaan migran dan pengungsi telah memasuki Uni Eropa dengan melakukan perjalanan berbahaya dengan menaiki perahu ilegal dari Turki menuju Yunani. Sedangkan sejak tahun ini saja, telah ada lebih dari 132 ribu pengungsi yang tiba di Eropa. Puluhan ribu di antaranya terjebak di perbatasan Yunani dan Makedonia.
[mel]
BERITA TERKAIT: