Begitu kata Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani) Giwo Rubianto Wiyogo dalam panel diskusi bertajuk "Peranan Perempuan Dalam Usaha Kecil dan Menengah" yang digelar di sela Sidang Komisi Status Perempuan (CSW) ke-60 di Markas Besar PBB, New York, seperti rilis yang diterima redaksi.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana S. Yembise menyebut bahwa aspek ekonomi dari pemberdayaan perempuan, khususnya melalui pemajuan usaha kecil dan menengah (UKM), perlu mendapatkan perhatian lebih khusus dari masyarakat internasional.
Terkait dengan hal tersebut, kerja sama internasional perlu ditingkatkan untuk memperluas akses perempuan terhadap kesejahteraan dan hak-hak ekonomi lainnya. Selain itu, pemberdayaan ekonomi perempuan juga dinilai penting dalam pembangunan berkelanjutan yang berpusat pada rakyat.
Pemajuan kewirausahaan perempuan, atau "womanpreneurship" melalui UKM, yang didukung oleh Pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya, menjadi konsep utama yang didukung di dalam pertemuan ini. Untuk itu, segenap pemangku kepentingan dihimbau untuk bekerja sama secara sinergis untuk membangun kapasitas womanpreneurs.
Untuk diketahui, CSW merupakan forum utama antar pemerintah di PBB bagi upaya pencapaian kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan. CSW ke-60 yang bertemakan pemberdayaan perempuan dan kaitannya dengan pembangunan berkelanjutan.
[mel]
BERITA TERKAIT: