Dalam sebuah pernyataan online seperti dimuat Reuters (Kamis, 17/3), TAK menyebut bahwa serangan yang menewaskan 37 orang itu merupakan balasan dendam atas operasi keamanan militer di wilayah tenggara Turki yang dilakukan sejak Juli lalu.
TAK juga menyebut bahwa serangan tersebut tidak bertujuan untuk menargetkan warga sipil. Serangan tersebut hanya ditujukkan untuk pasukan keamanan.
"Pada malam 13 Maret serangan bunuh diri dilakukan di jalan-jalan ibukota Republik Turki fasis, kami mengklaim serangan ini," begitu kata kelompok tersebut.
TAK bukanlah kelompok baru. Sempalan dari Partai Pekerja Kurdistan (PKK) yang dilarang itu telah beroperasi sejak tahun 2004 lalu. TAK juga mengklaim serangan bom mobil bunuh diri yang menewaskan 29 orang di Ankara bulan lalu. [mel]
BERITA TERKAIT: