Ia menyebut, terorisme saat ini tidaklah harus selalu merujuk pada pihak yang memegang bom atau senjata dan menyerang orang lain. Kata Erdogan, mereka yang mendukung aksi terorisme harus juga disebut sebagai teroris.
"Teroris memegang senjata atau bom serta mereka yang menggunakan posisi serta pena mereka mereka untuk melayani tujuan teroris," kata Erdogan seperti dimuat
BBC (Selasa, 15/3).
Erdogan menegaskan bahwa definisi tersebut bisa mencakup jurnalis, anggota parlemen atau aktivis yang mendukung kegiatan teror.
Pernyataan itu dilontarkan Erdogan menyusul serangan teror yang lagi-lagi menyerang ibukota Turki Ankara yang menewaskan 37 orang.
Sejauh ini, belum ada kelompok yang mengklaim serangan tersebut.
Kendati demikian, Perdana Menteri Turki Ahmet Davutoglu menyebut bahwa hasil penyelidikan sejauh ini, hampir pasti tuduhan dilontarkan kepada Partai Pekerja Kurdhistan (PKK) yang dilarang.
Davutoglu menyebut bahwa sejauh ini 11 orang telah ditangkap terkait dengan serangan terseut.
"Ini sangat serius, hampir pasti indikasi menunjuk kepada organisasi separatis teror tersebut," ujarnya.
Empat dari mereka diamankan di kota selatan-timur Sanliurfa. Pasalnya, mobil yang digunakan dalam pemboman tersebut diduga berasal dari showroom di kota tersebut.
Sementara itu belum diketahui dengan pasti identitas pelaku pemboman bunuh diri akhir pekan lalu.
[mel]
BERITA TERKAIT: