Ledakan terjadi di jantung administrasi Turki, hanya beberapa ratus meter dari Kementerian Dalam Negeri dan Keadian, Pengadilan Tinggi, serta bekas kantor Perdana Menteri.
"Serangan-serangan yang mengancam integritas, persatuan dan solidaritas bangsa kita ini tidak akan melemahkan tekad kami dalam memerangi terorisme, tetapi meningkatkan tekad kami," kata Presiden Tayyip Erdogan dalam sebuah pernyataan.
Tidak ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut. Namun Menteri Dalam Negeri Efkan Ala mengatakan nama kelompok di balik serangan itu akan segera diumumkan wal pekan ini setelah penyelidikan diselesaikan.
"Malam ini, warga sipil yang menunggu di halte bus menjadi sasaran dalam serangan teroris dengan mobil bermuatan bom," kata Ala.
"Temuan signifikan telah dibuat, namun organisasi di balik ini akan diumumkan setelah penyelidikan telah selesai," tandasnya seperti dimuat
Reuters.
[mel]
BERITA TERKAIT: