Keduanya diketahui bekerja untuk kantor berita Four Corners ABC, yakni Linton Besser dan kameramen Louie Eroglu. Mereka diamankan Sabtu kemarin di Kuching Malaysia setelah bertanya kepada Perdana Menteri Malaysia Najib Razak terkait dengan dugaan korupsi.
Selain ditangkap, paspor keduanya pun sempat disita oleh polisi.
Direktur ABC Gaven Morris pada hari ini (Senin, 14/3) menyebut bahwa keduanya hari ini telah dibebaskan dengan jaminan. Namun demikian keduanya masih belum bisa meninggalkan Malaysia.
"Sampai pagi ini mereka berada di luar dengan jaminan, paspor mereka telah kembali dan mereka belum didakwa dengan pelanggaran apapun," kata Morris.
Sementara itu produser eksekutif Four Corners, Sally Neighbour membantah tudingan yang menyebut bahwa kedua wartawan tersebut telah melanggar keamanan Perdana Menteri Malaysia.
"Tidak ada pelanggaran. Dalam demokrasi, wartawan mengajukan pertanyaan ke Perdana Menteri adalah hal yang biasa," sebutnya seperti dimuat The Guardian.
Menurut keterangan pihak ABC, kedua wartawan itu telah mendekati Najib dalam sebuah acara publik di sebuah masjid di Sarawak Malaysia. Saat itu, Najib tengah melakukan kampanye sebelum digelarnya pemilihan lokal. Banyak wartawan yang meliput kegiatan tersebut.
Menanggapi hal tersebut, Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop yang tengah berada di Fiji menyebut bahwa pemerintah Australia sangat prihatin atas indisen itu.
"Kami memberikan dukungan konsuler kepada kru ABC dan kita tentu mengangkat isu pada tingkat yang sesuai di pemerintah Malaysia," tegas Bishop.
[mel]
BERITA TERKAIT: