Kelompok militan ISIS melancarkan dua serangan kimia di kota kcil Taza, wilayah utara Irak akhir pekan ini. Serangan kimia tersebut menyebabkan hingga 600 orang terluka.
"Ada ketakutan dan kepanikan di antara para wanita dan anak-anak," kata pejabat lokal di Taza, Adel Hussein seperti dimuat The Guardian (Minggu, 13/3).
Ia menjelaskan bahwa tim forensik dari Jerman dan Amerika Serikat telah tiba di lokasi kejadian untuk membantu menangani dan menyelidiki soal serangan kimia tersebut.
Pada tubuh para korban ditemukan sejumlah luka bakar, infeksi, sesak nafas dan dehidrasi akibat serangan zat kimia.
Serangan kimia terbaru tersebut terjadi menyusul penangkapan kepala pengembangan persenjataan kimia ISIS oleh koalisi pimpinan Amerika Serikat beberapa waktu lalu.
Ditemukan bahwa ISIS menggunakan sejumlah bahan kimia dalam penyerangan ke warga sipil, termasuk klorin dan sulfur. [mel]
BERITA TERKAIT: