Dalam sebuah laporan kepada Dewan Keamanan PBB pekan ini, panel enam ahli PBB menyebut bahwa ISIS mengambil keuntungan dari kekosongan politik dan keamanan di Libya menyusul intervensi NATO serta penggulingan mantan diktator Muammar Gaddafi tahun 2011 lalu.
Laporan tersebut menyebut bahwa ISIS telah berhasil merekrut pemuda-pemuda lokal yang juga terdaftar sebagai perwira militer dari rezim Gaddafi.
Para ahli di PBB lebih lanjut menyebut bahwa Libya saat ini merupakan tujuan yang menarik bagi militan asing, terutama yang melalui Sudan, Tunisia dan Turki.
"Munculnya ISIS di Libya kemungkinan akan meningkatkan ganggungan internasional dan regional yang bisa memprovokasi polarisasi lebih lanjut jika tidak terkoordinasi," begitu isi laporan tersebut seperti dimuat Press TV (Jumat, 11/3). [mel]
BERITA TERKAIT: