
China mengumumkan rencana peningkatan anggaran pertahan sekitar 7 hingga 8 persen pada tahun 2016. Angka tersebut merupakan peningkatan terkecil dalam enam tahun terakhir.
ABC News (Jumat, 4/3) mengabarkan bahwa sedikitnya peningkatan anggaran peratahan negeri tirai bambu mencerminkan perlamatan pertumbuhan di negara dengan ekonomi terbesar kedua di dunia itu.
Tentara Pembebasan Rakyat China sendiri diketahui tengah merampingkan jumlah personel tentaranya dari 2,3 juta menjadi sekitar 2 juta personel.
Namun demikian, China tetap berkomitmen menjadikan angkatan bersenjatanya sebagai yang terkuat untuk mendukung kampanye agresif atas klaim teritorial di Laut China Selatan dan Laut China Timur.
"Ini mencerminkan tekan China untuk mempertahankan kekuatan tempur yang kuat dan modern," kata salah seorang peneliti senior dari International Institute for Strategic Studies Alexander Neill.
China sendiri diketahui tengah melakukan perampingan dalam semua level pengeluaran pemerintah. Hal itu menyusul penurunan tingkat pertumbuhan ekonomi yang membuat China jatuh ke level terendah selama 25 tahun terakhir dengan 7,3 persen pada tahun 2015 kemarin.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: