
Rusia memperingatkan bahwa perang yang tengah berkecamuk di Yaman bisa memakan waktu lebih lama untuk penyelesaiannya. Hal itu dikarenakan banyaknya kendala, terutama disebabkan oleh pemerintah Yaman yang didukung oleh Saudi.
"Kami mendengar bahwa pemerintah tidak ingin memiliki gencatan senjata sampai ada penyelesaian yang komprehensif," kata Duta Besar Rusia untuk PBB Vitaly Churkin usai pertemuan Dewan Keamanan PBB tentang krisis di Yaman (Kamis, 3/3).
"Ini adalah resep untuk konflik yang sangat panjang dan akan memiliki hasil yang lebih dramatis," sambungnya seperti dimuat
Press TV.
Diketahui bahwa Presiden Yaman yang mengundurkan diri Januari lalu Abd Rabbuh Mansur Al-Hadi menolak untuk mempertimbangkan kembali keputusannya meskipun ada seruan dari kaum revolusioner Houthi Ansarullah. Parlemen Yaman pun tidak menyetujui pengunduran dirinya pada saat itu.
Hadi sendiri diketahui melarikan diri dari Yaman sejak Maret 2015 kemarin dan menetap di Riyadh Arab Saudi.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: