
Istilah jugun ianfu atau comfort women yang mengacu pada para korban perbudakan seksual semasa pendudukan Jepang di Perang Dunia II telah dihapuskan dari buku-buku studi di Korea Selatan.
Dikabarkan
AsiaOne (Kamis, 3/3), Kementerian Pendidikan Korea Selatan memutuskan untuk merevisi buku bagi siswa sekolah dasar yang berisi penjelasan serta foto soal comfort women yang digambarkan secara paksa dibawa ke medan perang untuk melayani sebagai budak seks untuk militer Jepang.
"Kami sudah menilai bahwa hal itu tidak pantas dari sudut pandang perkembangan emosi di tingkat siswa sekolah dasar," kata keterangan seorang pejabat Kementerian Pendidikan Korea Selatan.
Ia menjelaskan bahwa keputusan untuk melakukan revisi tersebut tidak ada kaitannya dengan kesepakatan yang telah dicapat antara Jepang dan Korea Selatan terkait dengan comfort women akhir tahun lalu.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: